Mengenai Saya

Kenalilah dirimu maka kau akan mengenal Tuhanmu
Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wirausaha. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Februari 2012

Pelajaran dari Sebuah Jam


oleh: Ust. Adni Kurniawan, Lc. 

Kemarin saya mendapat email yang cukup menarik dari teman sekantor saya. Berikut adalah email tersebut denganediting, perubahan dan tambahan dari saya.
Content:
Seorang pembuat jam berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, sanggupkah kamu berdetak 31.104.000 kali selama setahun?” “Ha?! Sebanyak itukah?!” kata jam terperanjat, “Aku tidak akan sanggup!”
“Ya sudah, bagaimana kalau 86.400 kali saja dalam sehari?”
“Delapan puluh ribu empat ratus kali?! Dengan jarum yang ramping seperti ini?! Tidak, sepertinya aku tidak sanggup,” jawab jam penuh keraguan.

Kamis, 16 Februari 2012

Bangkit dan Sadari Aset Terbesar Anda


Bangkit kembali setelah bisnis Anda gagal adalah hal yang berat. Beberapa kejadian, yang membuat Anda keluar jalur, dengan mudah membuat Anda tetap terpuruk. Kecuali, Anda segera bangkit dan memperbaikinya. Bahkan, orang yang paling optimis pun bisa jadi kehilangan keyakinan, energi, dan minat. Seperti pertandingan tinju, jika Anda roboh lebih dari hitungan sepuluh, Anda kalah. Hal terbaik yang mesti Anda lakukan adalah segera bangkit.


Jika menyerah bukanlah pilihan maka Anda melakukan pendekatan berbeda dalam mencari jalan keluar. Jika di pikiran Anda sedikit saja terlintas keinginan untuk berhenti, maka Anda ditakdirkan gagal.

Kerja Keras


Sukses adalah fungsi dari kerja keras. Semakin keras Anda bekerja, semakin besar kontribusi yang akan Anda berikan.


Anda belum bekerja secara efektif jika Anda tidak merasa letih di akhir hari kerja. Ketika Anda merasakan kelelahan, itulah saatnya untuk berhenti – namun itu bukan berarti jika anda merasa lelah, ada sesuatu yang salah. Jebakannya adalah jika kita menganggapnya enteng dan menghindari hal-hal yang sulit menguras energi.
Setiap kesuksesan dalam hidup – entah itu menyelesaikan maraton, memenangkan persaingan, atau bahkan menulis buku – membutuhkan kerja keras. Artinya, memusatkan energi untuk menyelesaikan setiap langkah lanjutan dari perencanaan maupun untuk menghadapi hal-hal di luar rencana.

Senin, 13 Februari 2012

Dasar Kepemimpinan Terima kasih


Terima kasih adalah emosi yang positif dan studi telah menunjukkan ini menciptakan sikap yang lebih positif, mengurangi stress dan memberikan banyak keuntungan. Tapi kami tidak memerlukan studi untuk menyatakan ini semua, bukan? Anda tahu bagaimana rasanya saat Anda berterima kasih.


Artikel ini tidak akan menyatakan kembali apa yang sudah jelas (lebih dari yang saya miliki). Alih-alih ini akan mengeksplor dasar-dasar bagaimana pemimpin bisa mentransform rasa terima ksih yang tulus kedalam dorongan yang positif untuk perubahan dan kesuksesan yang dipimpinnya dan dalam organisasi secara umum.

Gaya Kepemimpinan (Bagian 2)


Di artikel yang lalu, telah kita bahas sekilas tentang gaya pemimpin yang berorientasi pada hasil akhir karyawan maupun perusahaan. Artikel kali ini akan mencoba membahas gaya kepemimpinan yang berlawanan dengan sebelumnya, yaitu pemimpin yang lebih mementingkan hubungan dengan bawahannya.


Pemimpin tipe ini, biasanya, sangat menghargai hubungan kerjanya dengan bawahan mereka. Tipe ini akan suportif, dengan menempatkan kesejahteraan bawahan sebagai prioritas mereka. Mereka juga terkesan lebih terbuka, dengan memberikan kepercayaan kepada karyawannya dalam pekerjaan.

Gaya Kepemimpinan (Bagian 1)


Mungkin, tidak sedikit dari kita yang berkomentar, “Wah, bos saya galak, pengennya kerjaan sempurna semua. Kalau bawahan melakukan kesalahan kecil saja, pasti langsung dipecat.” Mungkin juga sebaliknya, “Pimpinan di kantor saya baik banget. Setiap saya sakit, pasti langsung diberi bantuan atau dijenguk.” Dua keadaan yang sangat berlawanan ini kurang lebih disebabkan oleh tipe kepemimpinan yang beragam.


Seorang pemimpin tentunya memiliki gaya masing-masing, atau yang sering kita sebut dengan “leadership style”. Pemimpin juga punya prioritas dan fokus yang berbeda satu sama lain. Yang paling umum dan mungkin sering terdengar di telinga kita adalah gaya kepimpinan yang berorientasi pada pekerjaan atau pemimpin yang memfokuskan diri mereka pada kualitas hubungan atau “relationship” dengan bawahan mereka.

Manajemen Waktu Bagi Pemula


Manajemen waktu adalah aset terpenting yang harus dimiliki seseorang saat ini, dengan tumbangnya nilai-nilai tradisional siapapun menemukan dirinya berada  di kehidupan yang berbeda secara pararel.  Saya yakin Anda tidak merasa aneh dengan situasi seperti ini, terlalu banyak yang harus Anda kerjakan, Anda tidak punya waktu, dan Anda melihat waktu santai yang memudar saat Anda menghitung bagaimana Anda akan mengelola semua hal yang harus Anda kerjakan.


Tidak hanya banyak orang yang tahu situasi seperti ini, banyak orang yang tahu tentang manajemen waktu, tapi gagal memahami dengan tepat, dan yang terpenting, gagal memahami konsep dasar manajemen waktu dan menerapkannya dalam kehidupan mereka yang padat.

Gaya Layanan Pelanggan


Apapun jenis layanan pelanggan yang Anda tawarkan – apakah besar atau kecil, mahal atau murah, skala besar atau kecil -  lakukan dengan gaya.


Gaya artinya melakukan sesuatu dengan cara Anda sendiri – dengan keyakinan, karisma, dan berkelas. Berikut 7 cara untuk gaya Anda.
  1. Pasang senyum pada wajah Anda, dan Anda akan membuat mereka tersenyum. Melayani dengan senyum adalah sesuatu yang klise. Tapi jika Anda ingin orang lain mencintai servis Anda, maka lakukan dengan senyum yang tulus. Kata "sincere (tulus)" berasal dari bahasa Latin "sine cire" yang artinya tanpa lilin, bukan kesalahan. Senyum yang tulus membuat orang merasa diterima, nyaman dan meninggalkan kesan yang menyenangkan.

Strategi Menyusun Rencana Bisnis Yang Berkualitas


Oleh Helman Aris Rahmana, SE*

Rencana bisnis ibarat merupakan peta jalan bagi wirausahawan menuju  pembangunan bisnis yang sukses dan menguntungkan. Setiap wirausahawan  yang sudah membuka usaha atau akan meluncurkan suatu usaha, membutuhkan sebuah rencana bisnis yang dibuat dengan baik dan berdasarkan fakta untuk meningkatkan peluang keberhasilan usahanya.
Selama berpuluh-puluh tahun, penelitian telah membuktikan bahwa perusahaan yang melakukan perencanaan bisnis akan mengalahkan perusahaan yang tidak melakukannya. Menurut berbagai penelitihan juga menunjukan bahwa banyak perusahaan kecil kurang teliti dalam pendekatan mereka dalam menyusun dan mengembangkan rencana bisnis.

Penghasilan Terlalu Tipis atau Gaya Hidup Boros?


Meskipun sudah bekerja membanting tulang, acapkali kita merasa penghasilan yang kita terima selalu keteteran menutup kebutuhan sehari-hari. Bahkan, tak jarang gaji cuma mampir sejenak di rekening. Belum sampai separuh bulan terlampaui, saldo tabungan sudah melompong.


Jika pengalaman tersebut juga menimpa Anda, ada dua penyebab yang mungkin menjadi pemicunya. Pertama, bisa jadi gaji Anda memang terlalu kecil ketimbang kebutuhan Anda sehari-hari. Atau, kedua, hidup Anda terlampau boros.
Memang, kebutuhan hidup antara satu orang dengan yang lain tidak sama. Namun, menurut beberapa perencana keuangan, ada beberapa ukuran yang bisa Anda gunakan untuk menakar apakah penghasilan kita sudah ideal atau belum.

Tipping Point: Bisakah kita mengubah dunia dengan sesuatu yang kecil? (Bagian 3)


Di tulisan sebelumnya, kita sudah membahas tentang kalangan elit di ekosistem Airwalk. Kalangan yang jumlahnya terbatas namun justru menentukan citra brand Airwalk itu sendiri di mata konsumen dari kalangan di bawahnya. Kali ini, kita akan mengupas kalangan mayoritas. Inilah kalangan yang dimaksud oleh Gladwell sebagai "kalangan bawah". Tapi jangan salah, walaupun hanya mampu membeli sepatu yang dibanderol dengan harga murah, namun posisi mereka sangat strategis karena jumlahnya yang sangat banyak. 

Tipping Point: Bisakah kita mengubah dunia dengan sesuatu yang kecil? (Bagian 2)


Di bagian pertama tulisan ini, kita sudah membahas cerita tentang Paul Revere yang memiliki latar belakang unik untuk menjadikannya sebagai seorang penyampai informasi sukses di eranya. Kali ini, kita akan membahas soal naik turunnya wabah sepatu merk Airwalk di negeri Paman Sam sana. 

Cerita tentang meledaknya merk Airwalk merupakan salah satu cerita yang disajikan oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya, "Tipping Point: Bagaimana Hal-Hal Kecil Berhasil Membuat Perubahan Besar". Sebuah kisah tentang perusahaan pembuat sepatu olahraga yang pada awalnya sukses, namun pada akhirnya jatuh. Meski masih eksis sampai sekarang; Airwalk.

Tipping Point: Bisakah kita mengubah dunia dengan sesuatu yang kecil? (Bagian 1)


Di dalam buku pertama yang melejitkan namanya ini, Malcolm Gladwell bercerita tentang banyak hal dengan satu kesimpulan manis; bahwa ternyata manusia atau sekelompok kecil manusia sebenarnya bisa mengubah dunia hanya dengan melakukan sebuah perubahan kecil. "Ah masa'?" begitu mungkin gumam Anda. Apakah Gladwell tukang kibul? Simak saja tulisan kali ini.

Intro
Sabtu Pagi di atas sofa rumah dinas nomor 5 di kompleks perumahan eks DPRD desa huidu, tepat pada tanggal 4 Februari 2012 pukul 7:36 AM WITA, akhirnya Allah mengizinkan saya melahap semua cerita dalam buku Tipping Pointkarya Malcolm Gladwell yang terkenal itu. Sebuah buku yang mengantarkan penulisnya ke dalam deretan penulis-penulis non fiksi top yang mampu mendunia seperti Tom Peters, Seth Godin, atau bahkan Ibnu Sina (di eranya tentu saja). 

Senin, 06 Februari 2012

Menjadi Jutawan Berkat Obeng


Menjadi Jutawan Berkat Obeng

Siapa yang menyangka, sebuah obeng mampu membuat seseorang menjadi jutawan. Berbekal ketekunan dan semangat tak kenal menyerah membuat Rawi Wahyudiono menjadi pedagang besar dibidang maintenance server komputer perbankan dan perkantoran.
Pria sederhana kelahiran Surabaya ini  adalah pemilik usaha Pradana Komputer (Prakom) yang sudah cukup punya nama di Jakarta. Usahanya itu meliputi penanganan perawatan perangkat server dan komputer  milik bank dan kantor pajak. Tidak hanya itu, Prakom juga menyediakan layanan perbaikan printer, mesin uang, hingga menjual pita printer, tinta dan peralatan perbankan lainnya.

Minggu, 05 Februari 2012

25 Karakteristik Pengusaha Sukses


Apakah Anda memiliki apa yang dibutuhkan untuk melalui resesi? Berikut adalah ciri yang dimiliki oleh pengusaha rumahan untuk melalui saat yang sulit:

Artikel ini dikutip dari ‘Ultimate Home Based Business Handbook’, oleh James Stephenson, tersedia di Entrepreneur Press.
Terlepas dari definisi sukses Anda, ada sejumlah karakteristik umum yang dimiliki oleh pengusaha sukses. Anda bisa memberikan tanda centang di masing-masing karakteristik yang mungkin Anda miliki. Melalui cara ini, Anda bisa melihat bagaimana Anda menyusunnya. Meskipun Anda tidak memiliki semua karakteristik ini, Anda tidak perlu cemas. Kebanyakan bisa dipelajari dengan praktek dan dengan mengembangkan mental pemenang, terlebih jika Anda menentukan tujan dan Anda terapkan pada diri sendiri, melalui perencanaan stratejik, untuk mencapai sasaran dalam tahapan yang terukur.

Tip untuk Pengusaha Baru


Anda sudah memutuskan untuk memulai usaha baru yang sudah lama Anda impikan?


Anda berharap untuk menjadi bos bagi diri sendiri dan membuat keputusan Anda sendiri dan menghasilkan lebih banyak pemasukan. Dengan memulai usaha baru Anda berharap mendapatkan rasa pemenuhan dan bangga yang tidak mungkin Anda dapatkan saat bekerja untuk orang lain. Ini adalah hal yang menyenangkan tapi untuk mewujudkannya dibutuhkan langkah yang sangat penting dan dilakukan dengan sistematis, Anda akan meraih kesuksesan atas upaya Anda.
Percaya diri
Pondasi awal kesuksesan adalah percaya diri. Orang dengan percaya diri meraih kesuksesan lebih cepat dibandingkan yang lainnya. Mereka juga menginspirasi kepercayaan pada kolega, bawahan dan pelanggan. Pengusaha dengan percaya diri bersedia mengambil resiko dan berusaha keras untuk memulai atau mencapai sukses. Anda harus memiliki percaya diri untuk sukses dan kegagalan bukanlah opsi yang Anda miliki. Bangun percaya diri Anda.

Bangkit dan Sadari Aset Terbesar Anda


Bangkit kembali setelah bisnis Anda gagal adalah hal yang berat. Beberapa kejadian, yang membuat Anda keluar jalur, dengan mudah membuat Anda tetap terpuruk. Kecuali, Anda segera bangkit dan memperbaikinya. Bahkan, orang yang paling optimis pun bisa jadi kehilangan keyakinan, energi, dan minat. Seperti pertandingan tinju, jika Anda roboh lebih dari hitungan sepuluh, Anda kalah. Hal terbaik yang mesti Anda lakukan adalah segera bangkit.

Jika menyerah bukanlah pilihan maka Anda melakukan pendekatan berbeda dalam mencari jalan keluar. Jika di pikiran Anda sedikit saja terlintas keinginan untuk berhenti, maka Anda ditakdirkan gagal.
Sebenarnya, Anda akan selalu memiliki pilihan lain. Setiap kali Anda terjatuh, pikiran Anda akan selalu melihat pilihan lainnya. Jadi, hilangkan pilihan untuk menyerah ....

Sabtu, 04 Februari 2012

Terlahir Sebagai Pengusaha atau Terlatih Sebagai Pengusaha?


Oleh: Courtney Rubin


Apakah menjadi seorang pengusaha disebabkan oleh sesuatu yang ada dalam DNA Anda, atau hal itu dapat dilatih? Sebuah penelitian baru dari Babson College menemukan bukti "luar biasa", yaitu bahwa jika mahasiswa Fakultas Bisnis mengambil setidaknya dua mata kuliah kewiraswastaan, itu dapat secara positif mempengaruhi mereka untuk memulai sebuah bisnis.
Profesor di perguruan tinggi Wellesley, yang berada di Massachusetts, menganalisis sebuah survei dari 3.755 alumni, dan ia menemukan bahwa dua mata kuliah kewiraswastaan (atau lebih baik lagi tiga sesi) sangat mempengaruhi keputusan mahasiswa untuk membangun sebuah start-up. Selain itu, ia juga melihat bahwa menulis business-plan dapat memberikan pengaruh ke arah itu, meskipun tidak terlalu signifikan.

Prinsip-Prinsip Akhlak Pengusaha Muslim



Agama Islam adalah agama yang sangat menekankan kepada umatnya agar berakhlak mulia. Karena ia merupakan buah dari aqidah yang lurus dan ibadah yang benar sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.  Tanda-tanda kesempurnaan seorang muslim juga diukur dari akhlaknya yang baik. Bahkan akhlak yang baik dapat menempatkan seseorang pada tingkat tertinggi di hadapan manusia. Hal ini bisa kita buktikan ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dipuji oleh Allah ta’ala karena akhlaknya yang mulia. Allah ta’ala berfirman:


“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
Setiap pengusaha muslim hendaknya berkomitmen dengan akhlak dan adab Islam. Karena dengan akhlak dan adab Islam, Allah akan turut membantunya dengan membukakan hati hamba-Nya yang lain sebagai pintu rezeki yang dianugerahkan kepadanya. Dan pintu itu tidak mungkin terbuka kecuali atas kehendak-Nya.

Cara Sederhana Berwirausaha

Menurut Anda bagaimana cara yang paling tepat berwirausaha ? Berikut adalah 3 langkah sederhana untuk berwirausaha:
 Langkah 1: Bersiaplah. Bersiaplah untuk menjadi bos bagi diri sendiri. Tidak ada lagi yang mengatur jadwal Anda. Hadapilah dengan sukacita. Kalau pun Anda memulai bisnis karena salah satunya adalah karena lingkungan kerja Anda yang sebelumnya kurang mendukung (misal: bos yang tidak koperatif, rekan kerja yang seenaknya sendiri, kemacetan yang menghabiskan waktu berjam-jam usia Anda dll). Lupakan semua itu karena Anda akan memasuki dunia baru yang menyenangkan. Kalau selama ini Anda berangkat kerja sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam,.. hadapilah kenyataan yang menyenangkan bahwa sebentar lagi semuanya akan berubah. Jam 10 pagi Anda bisa duduk-duduk di Mall,